Blog ini memang kedengaran seperti suara orang kecebur kali. Bukan…..itu suara diriku sendiri. Aku memang menceburkan diri. Menceburkan diri ke dalam situasi yang sekarang makin dijauhi oleh saudara-saudaraku kaum perempuan. Menjadi ibu rumah tangga.
Ya….
Hari ini banyak perempuan yang meninggalkan rumah. Keluar menebar ke seluruh penjuru negeri. Memenuhi sela-sela persaingan kehidupan di lorong-lorong kota. Duduk di bangku-bangku pemegang kuasa. Menggiring dunia.
Mereka tinggalkan kemuliaan dan keanggunan sebagai ibu rumah tangga. Mereka tinggalkan ketinggian derajat di hadapan sang Pencipta.
Baik. Inilah aku. Aku bangga menjadi ibu rumah tangga. Aku akan menjadi istri yang baik untuk suamiku. Aku akan memimpin anak-anak suamiku. Aku akan antarkan mereka menjadi anak-anak sholih dan sholihah seperti harapan ayahnya. Dan aku akan menemui Rabb-ku dengan kebanggaan.
Ya Allah…Isyhad.
Menurutku, memang benar tuh pernyataan ukht Zakiya.
Bahwa tugas utama seorang perempuan yang telah bersuami adalah sebagai ibu rumah tangga yang harus mendidik anak2nya supaya menjadi anak2 yang sholih dan sholihah. Dan inilah sebenarnya tugas yang paling hakiki bagi seorang wanita. Namun anehnya justru banyak kaum perempuan yang tidak menyadari tugas utamanya ini. Padahal anak adalah merupakan amanat Allah yang kelak di kemudian hari kan dimintai pertanggungjawabannya; apakah bunda mendidik dan merawat anaknya dengan baik ato justru tidak menghiraukannya (sebaliknya…gtoooo)
Akan tetapi, tidak selamanya koq harus di rumah teyus…, yakni manakala keadaan benar2 sangat memaksa. Dapat kita lihat sebagai contoh; kisahnya dua putri nabi Syu’aib yang menggembala kambing tatkala sang bapak (nabi Syu’aib) sudah sangat udzur dan harus istirahat total. Keduanya harus menggembala kambing dan memberi minum gembalaanya itu, akan ttapi keduanya tidak pernah bercampur baur dengan penggembala laki2 yang sedang berebut mengambil air, keduanya baru mengambil air stelah para penggembala lk2 itu pulang.
Kita lihat ‘keduanya tidak berbaur dengan pria manakala melakukan aktifitasnya’,
Hal ini jelas beda sekali dengan wanita zaman sekarang, mereka enjoy2 aja manakala bekerja di suatu tempat yang di dalamnya pria dan wanita bebas bergaul, berinteraksi dan terkadang juga sesekali main cubit – senggol sana-sini….Na’udzubillaaaah..
Buntutnya, tak jarang kita dapati adanya pelecehan seksual di antara mereka,….hi…ngeri dech….
Dan akhirnya mari kita perhatikan kembali firman Allah kepada kaum wanita, “…dan hendaklah kamu menetap di rumahmu…” ato dapat kita lihat dalam surat Al-Ahzab yang bunyinya “wa Qorna fie buyuutikunna…”
Wallahu A’lam…
Juni 4, 2008 pada 11:10 pm
Duuh, aku jadi terharu… huk…huk….
Doain ych, calon istriku besok jadi wanita yg sholihah, ibu rumah tangga, istri yang baik untuk suami, memimpin anak-anak suami, mengantarkan mereka menjadi anak-anak sholih dan sholihah seperti harapan ayahnya, akhirnya menemui Sang Rabb dengan kebanggaan. Amin.